Minggu, 29 Mei 2011

Zynga Siap "Go Public" pada Juni 2011



SAN FRANCISCO, KOMPAS.com — Zynga, pembuat game terbesar di Facebook, kemungkinan tengah menyiapkan dokumen untuk menggelar penawaran saham perdana pada akhir Juni 2011untuk meraup dana dari investor yang sedang menggemari saham-saham perusahaan media sosial.
Satu sumber yang mengetahui rencana ini menyebutkan, Zynga telah bertemu dengan perwakilan dari Morgan Stanley dan Goldman Sachs Group Inc. Zynga pun sudah hampir memilih bank investasi untuk membantu persiapan penawaran saham perdana kepada publik (initial public offering/IPO). Zynga dan perusahaan internet lainnya tampaknya siap menjual saham kepada publik setelah IPO jejaring sosial LinkedIn sukses melantai.
"Saya pikir, setiap perusahaan swasta memerhatikan IPO LinkedIn dan memikirkan bagaimana kalau saya melakukan itu besok?" kata Bing Gordon, rekanan di perusahaan permodalan Kleiner Perkins Canfield & Byers. Gordon yang duduk di jajaran direksi Zynga menolak berkomentar lebih rinci soal rencana IPO tersebut.
Zynga menduduki posisi kedua perusahaan game paling mahal di Amerika Serikat setelah Activision Blizzard Inc. Zynga memiliki 247,8 juta pengguna aktif per bulan di Facebook. Zynga memiliki tiga dari empat aplikasi paling top di Facebook, yaitu CityVille, FarmVille, dan Texas HoldEm Poker.
Saat ini, perusahaan layanan musik Pandora Media Inc sudah memasukkan dokumen untuk menjual saham ke publik. Begitu pula situs penyewaan tempat liburan online HomeAway Inc. Perusahaan internet dari China, Cloudary Corp, juga mengumumkan rencana IPO di Amerika Serikat.
Yandex NV, perusahaan mesin pencari dari Rusia, melantai di bursa New York Selasa lalu. Pada perdagangan hari pertama, harga saham perusahaan yang juga dikenal sebagai Google-nya Rusia ini naik 55 persen. Pada IPO tersebut, Yandex mengumumkan dana sebesar 1,3 miliar dollar AS. (Kontan/Wahyu T.R.)

5 Gaya Hidup Hindari Stroke


STROKE adalah salah satu penyakit yang mengintai dan bisa membunuh seseorang kapan saja. Di Indonesia misalnya, diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 500 ribu penduduk terkena serangan stroke dan masih merupakan pembunuh utama (first killer) di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit .

Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh beragam faktor mulai dari yang sifatnya bisa dikendalikan hingga yang sifatnya tidak dapat dikendalikan.

Untuk mencegah terjadinya stroke, para ahli melalui hasil riset terbarunya merekomendasikan lima kebiasaan atau gaya hidup sehat yang harus dijalani secara disiplin.  Dengan menerapkan lima gaya hidup ini,  risiko Anda mengalami stroke dapat menurun drastis hingga 80 persen.

Rekomendasi yang diberikan ini adalah hasil dari suatu riset kesehatan yang dilakukan ilmuwan Harvard School of Public Health terhadap 43.685 pria dan 71.243 wanita. Rata-rata usia partisipan pada saat riset dimulai yakni 54 tahun pada pria dan 50 tahun pada wanita.

Ketika riset ini berjalan, tak seorangpun  partisipan yang mengalami penyakit kardiovaskular atau pun kanker. Setiap partisipan selalu didata mengenai kebiasaan atau gaya hidup serta kondisi medisnya sejak 1986 hingga 2002.  Selama penelitian  bergulit, tercatat  1.559 kasus stroke terjadi pada wanita dan 994 stroke terjadi pada pria.

Dari hasil riset yang dimuat jurnal Circulation ini, para peneliti mendefinisikan 5 kebiasaan yang menekan risiko stroke sebagai berikut:

1. Tidak merokok.
2. Memelihara bobot badan ideal. Ini berarti bahwa body mass index (BMI)-nya  kurang dari 25. Angka BMI yang berkisar antara 25 hingga 29,9 dipertimbangkan dalam kategori normal, sedangkan lebih dari 30 dipertimbangkan sebagai obesitas atau kegemukan.

3. Lakukan olahraga atau gerakan fisik selama minimal setengah jam selama setiap hari .

4. Disipilin dalam menjalani diet menu seimbang  termasuk di antaranya menghindari lemak jahat dan rajin mengonsumsi buah dan sayuran, daging rendah lemak seperti ayam dan ikan, serat, kacang dan polong-polongan.

5. Batasi atau hentikan konsumsi alkohol.

Dari riset terungkap, para wanita yang disiplin menjalani lima gaya hidup di atas memiliki risiko 79 persen lebih rendah mengidap semua jenis stroke dan 81 persen lebih rendah risikonya mengalami risiko stroke iskemik  ketimbang wanita yang tidak menjalani gaya hidup sehat.

Sementara pria yang melewati kesehariannya dengan lima panduan gaya hidup tersebut mencatat 69 persen risiko lebih rendah dari semua jenis stroke dan 80 persen risiko lebih rendah  mengidap stroke iskemik, dibandingkan pria yang tak menjalani lima pola gaya hidup sehat tersebut.

"Lebih dari 50 persen kasus stroke iskemik dapat dicegah melalui kedisiplinan pada gaya hidup yang sehat.  Sedangkan untuk kasus stroke secara keseluruhan, 47 kasusnya  pada wanita dan  35 persen kasus pada pria dapat dicegah," ujar  Stephanie E. Chiuve, ScD, peneliti dari Harvard School of Public Health.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menjalani gaya hidup yang sehat,  yang berkaitan dengan  80 persen risiko yang lebih rendah dengan kasus jantung koroner dan  90 persen risiko lebih rendah mengidap diabetes, juga dapat mencegah lebih dari 50 persen kasus stroke iskemik," tandas Chiuve.

Olahraga, Banyak Keringat Lebih Baik?



Kompas.com - Rasanya kurang afdol jika tubuh tidak banjir keringat saat berolahraga. Tetapi jumlah keringat sebenarnya bukan parameter yang tepat untuk mengetahui banyak sedikitnya kalori yang dibakar.
Berlatih di atas treadmill selama 30 menit sudah jelas akan membuat tubuh basah oleh keringat. Tetapi apakah yoga yang dilakukan selama 75 menit dan hampir tanpa keringat tersebut lebih tidak bermakna? Belum tentu. Saat melakukan aktivitas fisik, keringat dibutuhkan untuk mendinginkan suhu tubuh agar tidak terlalu panas.
Ada banyak faktor yang memengaruhi banyak sedikitnya jumlah keringat yang dikeluarkan. Temperatur adalah faktor utama. Hanya dengan duduk diam di bawah sinar matahari kita pasti berpeluh, tetapi bukan berarti ada kalori yang dibakar. Keringat yang keluar adalah pertanda Anda kepanasan.
Sebaliknya ketika berlatih gaya punggung di kolam renang selama 30 menit, Anda tidak mengeluarkan keringat. Demikian pula halnya ketika Anda berlari di daerah pegunungan, keringat yang dikeluarkan pun sedikit, padahal jumlah kalori yang dibakar cukup banyak.
Kosmetik yang dipakai juga memengaruhi keringat yang dikeluarkan. Bila Anda memakai kosmetik saat berolahraga, jumlah keringat yang mengalir akan lebih sedikit dibanding jika wajah Anda polos tanpa make up.
Untuk latihan kardio yang diukur adalah detak jantung, bukan keringat yang keluar. Jika tujuannya membakar lemak, latihan kardio diupayakan 60-80 persen dari detak jantung maksimal. Bila Anda berusia 20 tahun maka denyut jantungnya antara 120-160 detak per menit.
Pada intinya adalah Anda tidak membutuhkan banyak keringat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Lakukan berbagai variasi latihan, baik itu kardio atau olahraga yang meningkatkan kelenturan, keseimbangan dan rileksasi seperti yoga atau tai chi.

Gula Bisa Sebabkan Asma?



Gula-gula permen dan makanan manis sangat disukai anak-anak

KOMPAS.COM_ GULA ternyata tidak hanya akan membuat anak-anak Anda menjadi rentan terhadap obesitas.  Namun menurut hasil sebuah studi pendahuluan pada binatang, gula juga ternyata dapat memicu timbulnya penyakit asma.

Berdasarkan sebuah laporan yang dipublikasi tahun lalu, asma merupakan penyakit yang menyerang hampir 10 persen anak-anak dan remaja.  Angka kasus ini meningkat dua kali lipat di bandingkan era 1980-an.

Kebiasaan makan yang buruk, termasuk terlalu banyak mengonsumsi permen dan makanan mengandung gula, disebut-sebut sebagai salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya kasus asma pada anak dan remaja, ungkap Sonya Kierstein PhD, peneliti dari Nestle Research Center di Lausanne, Swiss.

Kierstein dan rekannya membuat hipotesa bahwa konsumsi makanan yang kaya akan gula menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi rentan terhadap peradangan atau inflamasi yang bersifat alergis.  Peradangan sendiri dapat menimbulkan penyempitan  saluran serta mempengaruhi produksi mukus sehingga menghasilkan gejala asma seperti bersin dan sesak nafas.

Kierstein, yang melakukan riset di Universitas Pennsylvania, mempresentasikan temuannya dalam pertemuan tahunan American Academy of Allergy, Asthma and Immunology.

Untuk menguji teorinya, Kierstein dan rekannya meneliti dua kelompok tikus, yang mana satu kelompok diberi air biasa dan kelompok lain diberikan air gula.

¨Perilaku mereka seperti anak-anak.  ketika mereka diberi air gula, mereka minum dan terus minum lagi,¨ terang Kierstein.

Kedua kelompok tikus ini lalu disuntik dengan sejenis alergen supaya mereka menjadi lebih toleran dengan alergen tersebut.  Maksud toleran disini adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh serta mengatasi efek paparan alergen di kemudian hari.  Alergen sendiri merupakan substansi yang dapat menimbulkan reaksi alergi seperti hidung berair, gatal-gatal serta dapat memicu gejala asma.

Kedua kelompok ini lalu disuntik lagi dengan alergen yang sama dan kemudian para peneliti memantau apakah timbul perbedaan dari seberapa rentan mereka terhadap peradangan pada saluran serta respon alergi.

¨Apa yang kami temukan bahwa tikus yang diberi gula  dua kali lebih rentan terhadap peradangan saluran ketimbang yang diberi air saja.  Sistem kekebalan mereka juga lebih aktif, sehingga menjadi lebih rentan terhadap asma.  

Asriani  M. Chiu, MD,  ahli alergi anak dari Medical College of Wisconsin di Milwaukee mengatakan  hasil temuan ini merupakan bukti lain yang menjadi alasan bahwa anak sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi gula.

Salah satu cara mudah untuk mengurangi asupan gula pada anak adalah mengganti minuman soda atau fruit punch kaya gula dengan  jus buah yang tidak ditambahkan lagi gula.

¨Bacalah label kemasan.  Banyak orang tua yang tak tahu bahwa sirup dengan gula frukotsa jagung, gula yang banyak ditemukan pada minuman buah-buahan, hanyalah bentuk lain dari gula,¨ jelasnya.

Asma Dapat Memicu Stroke?


 
KOMPAS.COM_ BAGI Anda wanita penderita asma sebaiknya waspada.  Bila sakit asma yang  dialami muncul pada usia dewasa, bisa jadi Anda  berisiko besar mengidap penyakit jantung atau stroke.

Laporan riset yang dipublikasikan  jurnal American Journal of Cardiology menyebutkan, sakit asma yang muncul pada usia dewasa dapat memicu risiko gangguan jantung dan stroke pada wanita.  Namun risiko ini tidak ditemukan pada penderita pria atau asma yang timbul di usia kanak-kanak.

Dr. Stephen J. Onufrak dari Departmen Agrikultur AS, Stoneville, Mississippi, seperti dikutip Reuters Health, Rabu (5/6) menyatakan asma yang muncul pada usia dewasa, seperti halnya penyakit lain yang lebih sering diderita para wanita seperti rheumatoid arthritis dan lupus, kemungkinan besar berkaitan erat dengan tingginya risiko sakit jantung dan  stroke.

Untuk sampai pada kesimpulan, Onufrak dan rekannya menganalisis data penelitian bertajuk Risiko Aterosklerosis dalam Komunitas untuk menguji dan mencari kaitan  asma dengan risiko mengidap jantung dan stroke berdasarkan gender.

Hasil penelusuran Onufrak menunjukkan, wanita yang asmanya muncul pada usia dewasa berisiko 2,10 kali lebih  tinggi  mengalami sakit jantung, dan 2,36 kali lebih besar menderita asma dibandingkan mereka yang tidak menderita asma.

Penelitian juga tidak menemukan adanya hubungan antara asma pada masa kanak-kanak atau dewasa dengan  risiko sakit jantung atau stroke pada pria, atau timbulnya asma pada masa kecil dengan risiko sakit jantung dan stroke pada wanita.

Meskipun riset in kemungkinan akan berimplikasi pada pengobatan, Onufrak percaya bahwa riset ini perlu dikaji lagi dan direplikasi melalui penelitian lanjutan. "Saya percaya, hasil penelitian ini perlu direplikasi dalam kelompok studi lainnya sebelum menetapkan rekomendasi yang konkret," tandas Onufrak said.

Malas Gosok Gigi, Awas Stroke dan Sakit Jantung!

Asep Candra | Minggu, 14 September 2008 | 14:42 WIB
Dibaca: 259
|
Share:
 
KOMPAS.COM_Inginterhindar dari stroke dan serangan jantung? Cobalah nasehat sederhana yang satu ini :  Jagalah selalu kesehatan mulut dan gigi dengan cara menggosok gigi secara benar dan teratur!

Ya, selama ini mungkin kita menggosok gigi hanya untuk menjaga kebersihan dan kesegaran mulut, mencegah gigi berlubang atau pun masalah gusi. Tetapi  berdasarkan hasil penelitian seorang ilmuwan Inggris, membersikan mulut dan gigi dapat menghindarkan Anda dari penyakit jantung dan serangan stroke.

"Kami sekarang  mengetahui bahwa infeksi bakteri adalah  salah satu faktor risiko independen bagi penyakit jantung. Dengan kata lain, tanpa mempedulikan seberapa fit, langsing atau sehat badan Anda, peluang untuk mengidap pemyakit jantung akan meningkat jika gigi anda buruk," ungkap Profesor Howard Jenkins dari University of Bristol Inggris dalam pertemuan Society for General Microbiology di Dublin.

Dalam hasil risetnya, Jenkins mengemukakan sedikitnya terdapat 700 jenis bakteri dalam mulut manusia.  Apabila gigi tidak dibersihkan secara teratur dan benar, maka bakteri ini akan berkembang cepat dalam mulut.

Kebanyakan dari bakteri ini, kata Jenkins memang tidak berbahaya dan bahkan penting bagi kesehatan. Namun ada beberapa di antaranya yang dapat memicu proses biologis dan menimbulkan penyakit pada pembuluh darah yang berujung pada serangan jantung dan stroke.

"Mulut kita mungkin adalah tempat terkotor dalam tubuh. Jika Anda memiliki pembuluh darah yang terbuka akibat gusi berdarah, bakter ini akan mendapatkan jalan masuk  menuju peredaran darah," imbuh Steve Kerrigan dari Royal College of Surgeons di Dublin.
Ketika masuk ke dalam darah, jenis-jenis bakteri tertentu akan menempel pada sel-sel darah yang dinamakan platelet, dan menyebabkan sel-sel ini menggumpal dalam pembuluh sehingga menyumbat dan mengganggu alirah darah ke jantung.

"(Melaui riset) kami berhasil menirukan tekanan di dalam pembuluh darah dan jantung serta mendemonstrasikan bahwa bakteri menggunakan mekanisme berbeda untuk menyebabkan platelet ini menyatu bersama dan membuat mereka benar-benar menyelimuti bakteri," ungkap Jenkins.
Proses ini, kata Jenknis,  tidak hanya akan menimbulkan suatu kondisi yang dapat memicu serangan jantung dan stroke, namun juga dapat memberikan proteksi bagi bakteri terhadap sistem kekebalan tubuh dan antibiotik.

Saran Profesional untuk Perawatan Gigi


 
 
Kompas.com_Sudah pasti Anda rajin menggosok gigi dua kali sehari, tetapi kok masih sering bermasalah? Berikut ini cara menjaga kesehatan gigi dan gusi yang dapat membuat dokter gigi Anda senang.

1.    Pilih sikat gigi lembut
Saran terbaik perawatan gigi dari David Kennedy, dokter gigi sekaligus penulis buku How to Save your Teeth, adalah memilih sikat gigi yang baik. Pilih sikat gigi yang lembut dan bulunya berujung bulat. Supaya lebih lembut, basahi dulu sikat gigi dengan air panas sebelum dipakai. Ganti sikat gigi setiap 2 bulan.

2.    Sikat secara menyeluruh
“Sikat gigi pada sudut 45 derajat secara lembut. Sikat juga bagian akar dan gigi dengan gerakan memutar. Pastikan sikat gigi menyikat semua permukaan gigi,” kata dokter gigi holistik David Biles dari Santa Cruz, California. Jangan lupa sikat juga bagian lidah dan langit-langit. Kedua bagian ini adalah tempat favorit bakteri di mulut.

3.    Sering dan lama
“Paling tidak, sikat gigi selama 2 menit 3 kali sehari,” kata Stanley Dintcho, dokter gigi dari San Fransisco, AS. “Anda harus menyikat gigi sesering itu karena bakteri berkembang secara eksponensial,” tambahnya. Dengan kata lain, selama 1 jam satu bakteri membelah menjadi 16 bakteri penyebab lubang gigi dalam rongga mulut.

4.    Jangan lupa benang floss
Gunakan benang yang lembut dan bersih untuk membersihkan sela-sela gigi.

5.    Pilih makanan sehat untuk gigi
Gula dan lemak membuat rongga mulut menjadi tempat hidup yang nyaman buat bakteri. Demikian kata Victor Zeines, dokter gigi dari New York City, AS. Karena itu, kurangi gula dan lemak. Sebagai gantinya, perbanyak buah dan sayuran segar yang mengandung serat tinggi. Gigi juga tubuh Anda, akan berterima kasih karena diberi makanan itu.