Senin, 14 Maret 2011

Obat Lupus Terbaru Disetujui FDA

.



WASHINGTON, KOMPAS.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Rabu (9/3/2011), telah mengeluarkan izin bagi pemasaran Benlysta, obat untuk mengatasi penyakit lupus.
Obat terbaru penyakit lupus dalam kurun 50 tahun ini dinilai oleh kalangan medis dapat membuka jalan bagi pengembangan obat-obat lainnya yang lebih efektif mengobati penyakit gangguan sistem imun tersebut.
Benlysta adalah jenis obat suntik yang didesain meringankan flare-up dan rasa sakit yang diakibatkan lupus, sejenis penyakit yang menyerang sistem kekebalan dan berpotensi fatal di mana kondisi kekebalan dapat menyerang jaringan dan organ.
Perusahaan Human Genome Sciences Inc butuh waktu sekitar 15 tahun untuk mengembangkan Benlysta. Rencananya, obat ini akan dibuat dan dipasarkan bersama GlaxoSmithKline PLC.
Perusahaan itu juga memperkirakan sedikitnya 200.000 penderita lupus di AS akan mendapatkan manfaat dari obat ini. Namun, para ahli menekankan bahwa Benlysta bukanlah obat yang akan memberi mukjizat. 
Obat ini baru diuji coba terhadap 35 persen pasien di Amerika Utara dan tidak akan efektif bagi pasien yang sudah dalam kondisi yang sangat parah. Selain itu, obat ini juga tidak menunjukkan hasil positif pada pasien berkulit hitam atau Afro American, yang justru lebih banyak menderita penyakit ini.
FDA mengatakan dalam penyataan resminya bahwa perusahaan pembuat obat ini  harus melakukan penelitian lanjutan secara eksklusif terhadap pasien berkulit hitam.
Dr Betty Diamond, yang telah meneliti lupus selama 30 tahun, menilai kehadiran Benlysta akan memberi gairah bagi peneliti dan pengembang obat-obatan.

Teh Lebih Sehat dari Air?


shutterstock
Kompas.com - Minum teh tiga cangkir atau lebih setiap hari sama sehatnya dengan minum cukup air putih. Selain itu, masih ada tambahan manfaat lain dari konsumsi teh, yakni mencegah penyakit jantung dan kanker.
Manfaat ekstra dari teh berasal dari flavonoid, antioksidan yang ditemukan dalam berbagai tanaman, termasuk daun teh. Berbagai penelitian menunjukkan flavonoid efektif untuk mencegah kerusakan sel.
Pakar nutrisi Dr Carrie RUxton dan timnya dari Kings College London, menganalisa hasil penelitian mengenai dampak konsumsi teh bagi kesehatan. Mereka menemukan bukti bahwa minum teh tiga cangkir per hari bisa mengurangi risiko terkena serangan jantung.
Keuntungan lain dari minum teh adalah mencegah kanker, melindungi gigi dari plak dan menguatkan tulang. "Minum teh lebih baik dari minum air karena teh tak cuma mengganti cairan tubuh tapi juga mengandung antioksidan, sehingga kita dapat manfaat ekstra," kata Dr.Ruxton.
Selama ini teh diduga justru menyebabkan dehidrasi. "Studi pada kafein memang menunjukkan pada dosis sangat tinggi bisa menyebabkan dehidrasi, tapi secangkir teh atau kopi kental pun kita masih mendapatkan manfaat pengganti cairan," katanya.
Akan tetapi, teh juga bisa menganggu penyerapan zat besi dari makanan. Karena itu orang yang menderita anemia tidak disarankan untuk minum teh pada saat makan.

Kurang Vitamin D, Anak Bisa Alergi



shutterstock
KOMPAS.com — Anak-anak yang kekurangan vitamin D cenderung akan mengalami alergi makanan dan juga alergi dari lingkungan (rintisan alergi) dibandingkan dengan anak yang cukup vitamin D. Beberapa studi sudah membuktikan hal tersebut.
Penelitian menunjukkan, anak yang mengalami defisiensi vitamin D 2,3 kali lebih tinggi risikonya menderita alergi dari kulit pohon oak dan 2,4 kali lebih tinggi menderita alergi kacang. Mereka juga lebih rentan pada beberapa jenis alergen, seperti ilalang, anjing, kecoa, udang, dan debu.
Penelitian dilakukan dengan mengukur kadar vitamin D dalam darah. Anak yang kadar vitamin D-nya 15 nanogram per mililiter darah diangggap mengalami defisiensi vitamin D.
Riset juga menemukan, di Amerika Serikat, jumlah orang yang kekurangan vitamin D dan penderita alergi naik. "Hasil studi ini menunjukkan dua fenomena itu mungkin saling berkaitan," kata peneliti.
Vitamin D dipercaya memiliki efek anti-inflamasi dalam tubuh. Studi sebelumnya menunjukkan, jumlah orang yang mengunjungi unit gawat darurat akibat alergi makanan cenderung meningkat pada musim dingin. Kadar vitamin D dalam tubuh juga diketahui berada pada level paling rendah di musim ini karena sel kulit membutuhkan sinar matahari untuk memproduksi vitamin D aktif dari komponen lain dalam tubuh.

Percaya Diri Bantu Atasi Stres

ATHENA, KOMPAS.com — Apakah Anda kerap mengalami stres akibat beban  pekerjaan yang berat atau tekanan dari lingkungan? Motivator Indah Morgan menawarkan salah satu solusinya buat Anda. Salah satu jalan keluar dari stres adalah dengan menumbuhkan rasa kepercayaan diri.

Indah, ibu dari tiga anak yang bersuamikan Dr Stephen Morgan, Associate Professor Nottingham University, itu menegaskan, seseorang harus berani mengambil risiko sehingga pada akhirnya membuahkan rasa percaya diri.

"Tidak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman," ujarnya di hadapan para diplomat Indonesia dalam suatu acara seminar di gedung KBRI Athena, Kamis (3/3/2011) malam.

Menurut guru pada pelatihan bahasa Inggris di KBRI London tersebut, tindakan ini juga berfungsi untuk mengurangi rasa takut terhadap hal-hal yang belum pernah dikerjakan sebelumnya. Dengan demikian akan timbul rasa percaya diri yang luar biasa.

Ia juga menyarankan untuk banyak bergaul dengan orang-orang yang memiliki rasa percaya diri tinggi dan berpikiran positif. Menurutnya, faktor lingkungan akan memberikan pengaruh yang besar pada seseorang.

"Jika kita terus-menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh, dan pesimis, maka seberapa besar pun percaya diri yang kita miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan kita," ujarnya.

Sebaliknya, lanjut Indah, jika kita dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, maka akan tercipta pula atmosfer positif yang membawa keuntungan bagi diri kita dan produktivitas.

Seminar ini juga diikuti oleh masyarakat Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Kerukunan Keluarga Indonesia di Yunani (IKKIY). Acara yang diadakan secara nonformal ini menurut Dubes RI Athena Ahmad Rusdi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kemampuan para diplomat Indonesia yang kadang kala mendapat tekanan cukup tinggi.

Dalam kesempatan itu juga diperagakan cara menangani stres dalam upaya meningkatkan percaya diri. Hal tersebut antara lain melalui terapi tertawa, pernapasan, dan relaksasi.

Mengapa Artis Pakai Sabu?





KOMPAS.com — Yoyo yang merupakan drumer band Padi dan Iyut Bing Slamet tertangkap tangan sedang menggunakan sabu sehingga tertangkap petugas. Berita artis terjerat narkoba kembali muncul di permukaan.
Fenomena pemakaian narkoba jenis sabu memang bukan hal baru di kalangan artis. Alasan memilih narkotika jenis ini mungkin dapat sedikit saya bagi untuk pembaca sekalian.
Euforia dan ekstase
Sabu murni berbentuk kristal putih. Ini merupakan golongan obat stimulan jenis metamfetamin yang satu derivat turunan dengan amfetamin yang terkandung dalam pil ekstasi. Banyak orang menggunakan zat ini untuk mendapatkan efek psikologis.
Efek yang paling diinginkan adalah perasaan euforia sampai ekstase (senang yang sangat berlebihan). Obat ini juga menimbulkan efek meningkatnya kepercayaan diri, harga diri, dan peningkatan libido. Pemakai sabu bisa tampil penuh percaya diri tanpa ada perasaan malu sedikit pun dan menjadi orang yang berbeda kepribadian dari sebelumnya.
Salah satu yang mungkin menarik banyak orang untuk memakai zat ini adalah pemakaian zat ini tidak dibarengi dengan efek sedasi atau menurunnya kesadaran akibat zat tersebut. Tidak seperti pemakai heroin atau ganja, pemakai sabu dapat membuat dirinya untuk tetap membuat terjaga dan konsentrasi.
Selain efek yang menyenangkan di atas, sebenarnya sabu juga membuat timbulnya gejala-gejala psikosomatik, paranoid, halusinasi, dan agresivitas. Kelebihan pemakaian obat ini akan membuat orang menjadi mudah tersinggung dan berani berbuat sesuatu yang mengambil risiko.
Jika melihat efeknya yang menyenangkan di atas, terutama berkaitan dengan percaya diri tampil dan peningkatan keberanian, maka tidak heran banyak artis yang senang menggunakannya. Dengan alasan ingin menambah proses kreatif, sabu pun terkadang digunakan.
Satu lagi alasan memakai sabu adalah membuat orang tidak ingin makan. Tidak heran, zaman dulu obat golongan ini juga banyak digunakan untuk melakukan diet walaupun saat ini sudah ditinggalkan karena efek ketergantungan dan kerusakan otak.
Efek terhadap fisik
Pemakaian sabu, apalagi yang berlebihan, menyimpan potensi bahaya besar untuk kesehatan fisik. Efek stimulan pada obat ini menyebabkan kerja jantung dan pembuluh darah tubuh menjadi berlebihan. Peningkatan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, sangat nyata pada penggunaan sabu. Hal ini akan dibarengi tentunya dengan denyut jantung yang kencang. Tidak heran jika jenis narkotika ini akan membawa dampak sangat berbahaya bagi penderita hipertensi atau darah tinggi.
Selain itu, sabu bisa menimbulkan efek kejang sampai perdarahan otak. Saya sendiri pernah secara langsung melihat di unit gawat darurat pasien wanita yang mengalami kejang dan perdarahan otak akibat penggunaan sabu yang berlebihan. Pasien akhirnya meninggal karena perdarahan di otaknya.
Sering kali juga didapatkan efek peningkatan suhu tubuh yang tinggi sehingga menyebabkan demam luar biasa bagi penggunanya. Peningkatan suhu tubuh yang berlebihan sangat berbahaya karena juga sangat memengaruhi otak dan dapat menimbulkan kejang.
Ketergantungan
Adalah pendapat yang sangat salah jika mengatakan pemakaian sabu tidak membuat pemakainya ketergantungan. Pendapat yang salah tersebut mungkin karena didasari pengalaman para pemakai yang tidak merasakan efek putus zat setelah pemakaian yang hanya sesekali. Pemakaian narkotika jenis sabu kebanyakan pada saat pesta atau clubbing yang biasanya pada akhir pekan. Namun jangan salah, penggunaan sesekali ini pun bisa menimbulkan kerusakan otak yang mengarah pada pemakaian yang terus-menerus dengan dosis yang semakin tinggi.
Pemakaian sabu secara terus-menerus pada akhirnya akan menimbulkan efek putus zat jika si orang tersebut sudah tidak memakai lagi. Apa yang terjadi jika si orang tersebut tidak memakai lagi adalah efek kebalikan dari efek psikologis yang tadinya didapatkan. Perasaan lelah berlebihan, kecemasan yang luar biasa, tidak merasa percaya diri, dan terkadang ide paranoid yang muncul sampai gejala psikosis alias sakit jiwa berat.
Berhenti sekarang juga
Sebagai psikiater yang berfokus di bidang psikosomatik, saya banyak mendapati pasien-pasien yang mempunyai riwayat pemakaian zat sabu di masa lalu. Walaupun sudah lama tidak memakai lagi, banyak pasien yang masih merasakan gejala sisa akibat tidak memakai lagi.
Kebanyakan dari mereka merasa sulit merasakan kebahagiaan lagi selain gejala-gejala psikosomatik yang menetap. Hal ini disebabkan oleh pemakaian sabu dalam waktu lama akan merusak sistem serotonin dan dopamin di otak yang bertanggung jawab terhadap hal ini.
Penanggulangan pasien dengan kondisi seperti ini memerlukan waktu yang lebih panjang daripada kondisi psikosomatik yang tidak terdapat riwayat pemakaian zat sebelumnya. Maka dari itu, saya berharap bagi yang masih menggunakan sabu atau zat stimulan lain, seperti ekstasi, untuk mulai sadar dan berhenti menggunakannya karena efeknya tidak hanya sementara, tetapi juga jangka panjang, terhadap otak Anda. Tidak ingin kan merasa sulit bahagia sepanjang hidup Anda?
 
by:Dr. Andri SpKj, psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison. Penanggung Jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang.

Cara Murah Atasi Osteoporosis




WASHINGTON, KOMPAS.com -  Suatu penelitian awal memberi harapan bagi tersedianya pengobatan yang efektif dan murah untuk penyakit keropos tulang atau osteoporosis.
Studi para ilmuwan di Women's College Research Institute and University of Toronto, Kanada, mengindikasikan bahwa penggunaan salep nitrogliserin berpotensi menambah kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis.
Seperti dilaporkan Journal of the American Medical Association, pemakaian salep nitrogliserin selama dua tahun pada wanita pascamenopause memberi efek signifikan terhadap peningkatan kepadatan mineral tulang (BMD) dan menurunkan resorpsi tulang.
"Nitrogliserin dapat merangsang pembentukan tulang dan mencegah resorpsi. Ini dapat memberi efek pada kepadatan dan struktur tulang," ungkap peneliti dalam laporannya.
Nitrogliserin sebelumnya telah digunakan secara luas sebagai vasodilator, obat yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan membantu mengatasi problem jantung seperti angina dan gangguan jantung kronik.
Sophie Jamal beserta timnya menguji efikasi salep nitroglycerin bagipeningkatan kepadatan mineral tulang pada bagian lumbar spine, femoral neck dan tulang panggul.  Selain menggunakan nitrogliserin, peneliti juga menggunakan placebo sebagai pembanding.
Sebanyak 243 perempuan pascamenopause dilibatkan dalam riset yang berlangsung antara November 2005 hingga Maret 2010 ini. Responden  dipilih secara acak untuk menggunakan salep nitrogliserin atau plasebo, yang dibalurkan sebelum tidur selama dua tahun.
Hasilnya menunjukkan, kelompok yang diberikan nitrogliserin menunjukkan peningkatan BMD  signifikan pada bagian  lumbar spine (6.7 persen), panggul ( 6.2 persen), dan femoral neck (7,0 persen) selama 24 bulan dibanding mereka yang diberi plasebo.
Pengguna nitrogliserin juga mengalami peningkatan BMD dan kekuatan tulang pada tulang radius dan tibia. Selain itu, dibanding plasebo, penggunaan nitrogliserin secara signifikan berkaitan dengan peningkatan alkalin fosfat spesifik, yang merupakan penanda dari pembentukan tulang  dan penurunan N-telopeptide (penanda dari  resorpsi tulang).
Sementara itu, laporan mengenai efek samping serius tidak terlalu berbeda di antara dua kelompok.  Di antara kelompok yang melanjutkan pengobatan selama  24 bulan, kasus sakit kepala dilaporkan terjadi pada 35 persen pengguna  nitrogliserin dan 5,4 persen kelompok plasebo pada bulan pertama dan menunjukan penurunan setelah 12 bulan.
"Kesimpulannya, pemberian salep nitrogliserin meningkatkan formasi tulang dan menurunkan resorpsi sehingga memperbaiki BMD, struktur tulang dan indeks kekuatan tulang setidaknya lebih baik dari pengobatan saat ini. Temuan ini juga mengindikasikan  penggunaan  nitrogliserin setiap hari menurunkan risiko patah tulang vertebral dan  non-vertebral. Efikasi nitrat menurunkan risiko patah tulang ini seharusnya diteliti lagi dalam skala yang lebih besar, random dan terkontrol," ujarnya.

34 Merek Obat China Ini Ilegal


I
JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 34 jenis dan merek obat China dari sebuah toko obat milik BKM, Kamis (10/2/2011), di Jalan Alternatif Cibubur, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Obat-obatan impor itu dinilai ilegal karena tidak ada izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Adapun nama 34 jenis dan merek obat China yang disita Ditreskrimsus Polda Metro Jaya adalah:
1. Bai Dan Wan (17 buah)
2. Zhui Peng Tan (12 buah)
3. Huo Lo Wan (4 buah)
4. Tian Ma Sukin Pil (7 buah)
5. Jiang Chun (4 buah)
6. Tu Chon Fu Kou Wan (15 buah)
7. Chong Lian Trading (11 buah)
8. Long Gu Fengshi Lin (12 buah)
9. Sien Siang Tsa Isan Pill (12 buah)
10. Bi Yan Tuan (5 buah)
11. Duzong Zhunyao Wan (7 buah)
12. Ching Chaw Tan (4 buah)
13. To Chung Pills (9 buah)
14. Long Tan Rheomatism (1 buah)
15. Lien Chee Tan (11 buah)
16. Lin Chee Tan (9 buah)
17. Chow Chan Wan (15 buah)
18. Zhen Zhu Mei Ren Dan (3 buah)
19. Zhi Shi Tan (9 buah)
20. Kim Cham (21 buah)
21. Huang Long Dui Shao Dan (11 buah)
22. Snake Itch Removing Pills (17 buah)
23. Wu Bu Se Zhi Yan Wan (11 buah)
24. Ci Khet Tan (14 buah)
25. Samyun Wan (17 buah)
26. Ginseng Kenpi Bu Wan (7 buah)
27. Cordy Ceps Zhi Kee Wang (3 buah)
28. Niu Wang (3 buah)
29. Shu Jin Wan (3 buah)
30. Ponetree Flower with Seven Leaves (2 buah)
31. Ginseng Snake Itch Removing Pills (3 buah)
32. Herbal Puryfier Pills (4 buah)
33. Antacid Tablets (3 buah)
34. Mujing Wan (2 buah).