Minggu, 29 Mei 2011

Manfaat Garam untuk Kesehatan Gigi


Kompas.com _ Garam ternyata tak hanya bermanfaat sebagai penyedap rasa. Butiran mungil berwarna putih itu juga bisa digunakan untuk kesehatan mata dan gigi.
1. Pembasuh Mata. Untuk meredakan sakit mata, dalam keadaan darurat gunakan air garam untuk membasuh mata. Bila keluhan tak berkurang, segeralah memeriksakannya ke dokter mata.
2. Obat Kumur. Air hangat yang telah dibubuhi sedikit garam merupakan pencuci mulut yang efektif. Begitu juga bila terkena radang tenggorokan. Masukkan sedikit garam ke dalam air panas, aduk perlahan lalu gunakan sebagai obat kumur.
3. Gigi Putih. Gigi yang terlihat kusam akan kembali cemerlang dengan cara menaburkan garam kering ke ujung bulu-bulu sikat gigi Anda saat akan menggosok gigi.
4. Sikat Gigi Awet. Merendam sikat gigi yang masih baru dalam larutan air garam akan membuat sikat gigi menjadi lebih awet dipakai.

Olahraga Malam Bikin Sulit Tidur?


 
 
 
KOMPAS.com - Berolahraga secara teratur adalah salah satu upaya efektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres dan kecemasan. Hal ini secara umum memang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Akan tetapi, pada beberapa orang, melakukan olahraga dalam selang lima jam sebelum waktu tidur justru akan menyebabkan sulit tidur.
Pada sebagian orang, rasa lelah setelah olahraga memang bisa membantu tidur nyenyak. Namun, ada juga orang yang justru menjadi segar bugar setelah berolahraga.
Seperti dijelaskan dalam Mayo Clinic Family Health Book, hal ini terjadi karena produksi adrenalin mengalami peningkatan setelah berolahraga. Sehingga kita menjadi bersemangat melakukan apa pun. Bila hal ini terjadi pada malam hari, tentu bukannya rasa kantuk yang datang, tetapi yang terjadi adalah waktu tidur  ikut bergeser.
Padahal, tidur kurang dari 6-8 jam dapat mengganggu kesehatan dan mengurangi kemampuan bekerja secara maksimal. Itulah sebabnya, jika Anda tergolong dalam kelompok yang kerap sulit tidur setelah olahraga, sebaiknya carilah waktu olahraga di sela aktivitas atau pagi hari.
Pada dasarnya, semua jenis olahraga bisa meningkatkan kualitas tidur, namun tidak disarankan untuk berolahraga secara berlebihan saat baru pertama kali. Lakukan olahraga secara rutin dan secara bertahap naikkan intensitasnya.

Ramuan Pemutih Gigi Alami


Campuran stroberi dan soda kue bisa menghilangkan noda kopi pada gigi.



KOMPAS.com - Ingin gigi Anda lebih putih? Ramuan ajaib buatan sendiri ini bisa membuat gigi kita lebih putih berkilau. Dan dijamin pasti ekonomis.
Rahasia dari metode pemutih gigi murah buatan sendiri adalah malic acid yang merupakan zat yang bisa menghilangkan noda pada permukaan gigi. Hilangkan "noda" kopi, anggur merah, dan soda pada gigi dengan ramuan dari campuran stroberi dan soda kue. “Cara cepat dan murah untuk mencerahkan senyum Anda,” ujar Adina Carrel, DMD, dokter gigi dari Manhattan Dental Arts di New York City.
Bahan: 1 (satu)  buah stroberi matang dan ½ sdt soda kue.
Cara membuat:
1. Hancurkan stroberi sampai menjadi bubur, lalu campurkan soda kue hingga merata.
2. Setelah ramuan selesai, aplikasikan ke seluruh gigi dengan menggunakan sikat gigi. Diamkan selama 5 menit.
3. Bersihkan gigi dengan air sampai bersih, gunakan benang gigi untuk membantu menghilangkan biji-biji stroberi.
4. Lakukan 1 x seminggu, karena penggunaan berlebih merusak email gigi kita akibat kandungan asam yang terdapat dalam stroberi.

Sikat Gigi Sebelum Tidur, Wajib!


 
 
KOMPAS.com — Bila dibandingkan dengan pagi hari, belum banyak orang yang terbiasa menggosok gigi sebelum tidur. Padahal, justru malam hari adalah waktu yang paling penting untuk melindungi gigi dari jahatnya bakteri.

Menurut drg Aditya Pribadi, SpOrtho, saat tidur suasana dalam mulut jadi asam, bila tidak dibersihkan, kerusakan gigi akan lebih mudah timbul. "Sebenarnya tidak hanya sebelum tidur saja yang wajib menyikat gigi, sehabis makan pun harus karena suasana mulut lebih asam dan bakteri menyukainya," ujar dokter yang berpraktik di klinik gigi Dharmawangsa 8 Dental Care, Jakarta, ini.

Jika kita tidak menyikat gigi sebelum tidur, bakteri di dalam mulut dapat leluasa merusak gigi. Ini karena saat tidur di malam hari, produksi air liur akan berkurang. Akibatnya, mulut jadi kering dan proses penetralan plak tidak berlangsung optimal. Seperti diketahui, salah satu fungsi air liur adalah membersihkan gigi secara alami dan fungsi pertahanan tubuh dari bakteri.

Selain menyebabkan plak, bakteri yang berkembang biak di mulut tadi juga merupakan salah satu penyebab bau mulut. Tak heran kalau pagi-pagi aroma tak sedap menguar dari mulut. Untuk mengurangi perkembangbiakan bakteri itulah, kita perlu menyikat gigi. Jadi, jangan hanya menggosok gigi saat mandi, tapi juga malam setelah makan malam sebelum tidur.

Memilih Makanan Sahabat Gigi


 
 
KOMPAS.com - Di samping menggosok gigi minimal dua kali sehari, pola makan sehat adalah pelindung kesehatan gigi dan gusi. Tentu saja bukan perkara mudah memilih pola makan sehat karena hidup di zaman modern banyak makanan seperti coklat, donat, permen, yang mengandung gula. Belum lagi minuman bersona, aneka makanan kecil yang serba manis dan menggoda.

Namun, semua godaan itu sebenarnya bisa kita tangkal dengan memperbanyak konsumsi aneka buah-buahan dan sayuran. Manfaat konsumsi banyak sayuran dan buah-buahan salah satunya dapat merangsang produksi saliva (air ludah), yang penting untuk proses mineralisasi dan menjaga bakteri dalam rongga mulut tetap stabil.

Sayuran dan buah-buahan berwarna jingga umumnya kaya akan antioksidan, khususnya vitamin C. Selain dapat membantu penyerapan zat besi, memperbaiki sirkulasi, vitamin C juga penting untuk mencegah peradangan, juga menjaga gigi geligi serta gusi tetap sehat.

Sayuran serta buah berdaging warna jingga diantaranya jeruk, nanas, paprika, jagung, dan kentang. Sementara buah dan sayuran berwarna hijau menunjukkan kandungan fitokimia sulforafane dan indoles, yang baik untuk mencegah kanker dan membantu memperbaiki sistem sirkulasi.

Sayuran hijau juga penting untuk menjaga daya penglihatan, memelihara kekuatan tulang serta gigi, misalnya apel, pear, brokoli, selada, asparagus, sawi, dan sebagainya.

Apel sering disebut sebagai sikat gigi alami karena menstimulasi gusi, meningkatkan produksi air ludah, dan mengurangi pembentukan bakteri penyebab gigi berlubang.

Pola makan gizi seimbang yang kaya dengan buah dan sayur selain membasuh gigi juga memberikan tubuh mineral, vitamin, dan gizi penting lain untuk kesehatan gigi dan gusi.

Fluoride yagn ditemukan secara alami di makanan dan air atau ditambahkan dalam air juga merupakan zat yang dapat melindungi email gigi sehingga lebih kuat terhadap serangan asam.

5 Kebiasaan yang Mengundang Plak Gigi


 
 
 
 
KOMPAS.com - Bila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama bakteri akan melekat pada gigi. Lalu lama kelamaan akan membentuk koloni yang disebut plak, yaitu lapisan film tipis, lengket, dan tidak berwarna.

Plak merupakan tempat pertumbuhan ideal bagi bakteri yang dapat memproduksi asam. Jika tidak disingkirkan dengan melakukan penyikatan gigi, asam tersebut akhirnya akan menghancurkan email gigi dan akhirnya menyebabkan gigi berlubang.

Sejak kecil pasti kita sudah diajarkan untuk menjaga kebersihan gigi, minimal dengan rutin menyikat gigi, agar gigi sehat dan tidak berlubang. Tapi, benarkah kita sudah menjaga gigi dengan benar? Simak 5 kebiasaan buruk berikut ini yang merupakan pemicu munculnya plak.

1. Jarang Menyikat gigi
Mungkin orang lain tak akan menyadari kalau Anda tidak menyikat gigi dua kali dalam sehari. Tetapi, gigi kita tahu dan menanggung akibatnya. "Plak itu seumpama lebah di musim panas. Satu atau dua ekor mungkin tak akan mengganggu, tapi bila kita membiarkan mereka membuat sarang di rumah, itu sama saja mengundang masalah," kata Richard Price, DMD, juru bicara Asosiasi Gigi Amerika.

Itu sebabnya, selalu sikat gigi minimal dua kali sehari menggunakan pasta gigi ber-fluoride. Teknik menyikat gigi yang benar tidak terlalu penting selama Anda menyikat gigi dengan lembut seluruh permukaan gigi.

2. Kurang Teliti Membersihkan
Pemakaian dental floss (benang gigi) juga amat penting untuk membersihkan daerah-
daerah yang sulit terjangkau oleh sikat gigi, terutama daerah antargigi dan juga pada gigi-gigi yang berjejal.

3. Malas ke dokter gigi
Serutin-rutinnya kita menyikat gigi, agak sulit membersihkan plak dengan sempurna. Plak yang tertinggal ini lama kelamaan akan mengeras dan menjadi karang gigi sehingga sulit dihilangkan. Untuk mengatasinya, mintalah bantuan dokter gigi. Menurut penelitian, orang yang jarang ke dokter gigi lebih mudah terkena gigi berlubang atau gusi berdarah yang menyebabkan gigi mudah tanggal. `

4. Suka makanan manis
Makanan manis, kopi, softdrink, serta rokok dapat menimbulkan lapisan tipis di gigi yang disebut stain. Lapisan stain ini juga memudahkan makanan dan kuman menempel pada gigi, yang akhirnya membentuk plak.

5. Menolak sayuran
Jauh sebelum sikat gigi dan pasta gigi ber-fluoride ada, beberapa jenis makanan berperan penting dalam menyingkirkan plak di gigi. Sayur dan buah-buahan yang dimakan dengan kulitnya merupakan scrubb alami untuk menghilangkan plak.

Gigi Berlubang, Jangan Naik Pesawat Terbang


 
 
KOMPAS.com - Bila Lebaran nanti Anda berencana mudik dengan pesawat terbang, sebaiknya periksa dulu apakah ada lubang di antara deretan gigi. Pasalnya, sakit yang datang akibat karies bisa berlipat ganda saat kita naik pesawat terbang.

Menurut penjelasan drg.Ratu Mirah Afifah GCCLindent, MDSc, staf pengajar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, ujung-ujung saraf di dentin yang terdapat di bawah lapisan email gigi yang terbuka akan lebih sensitif terhadap perubahan suhu atau ketinggian.

"Dentin memiliki saluran-saluran kecil yang berhubungan dengan saraf. Bila ada rangsangan, baik suhu atau ketinggian, saraf akan terangsang dan menimbulkan sakit," papar dokter Ratu.
Rasa sakit juga bisa timbul bila gigi mati dan terjadi infeksi. "Gigi yang mati dan terkena tekanan akan menimbulkan gas. Bila gasnya mendesak keluar, rasanya sakit sekali. Persis seperti nanah dalam bisul," katanya.

Karena alasan itulah, pilot dan seluruh kru pesawat wajib memiliki gigi yang sehat dan tidak berlubang. Para calon penumpang pesawat juga disarankan untuk menambal giginya sebelum bepergian dengan pesawat.

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Dokter Gigi Indonesia, drg.Zaura Rini, MPS, angka karies gigi di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya. "Kalimantan merupakan pulau dengan tingkat karies gigi tertinggi. Tak heran bila jarang ada taruna Angkatan Udara dari sana," ujarnya dalam acara Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia di Jakarta (11/9).

Tingginya prevalensi dan keparahan karies gigi di Indonesia, menurut Rini disebabkan karena masyarakat masih menganggap remeh masalah kesehatan gigi. Di sisi lain, banyak orang yang belum sadar untuk berobat sebelum karies bertumpuk pada giginya.